KERUPUK BANGKA

Januari 27, 2010 at 7:10 pm (Laporan Penelitian)

KERUPUK BANGKA

A. Latar Belakang Pemilihan Judul

Dalam keadaan perekonomian yang semakin sulit ini banyak terjadi persaingan di berbagai bidang kehidupan, termasuk didalamnya persaingan dalam dunia wirausaha. Banyak wirausaha yang saling berlomba untuk mendapatkan pangsa pasar, sehingga hal ini memacu wirausaha untuk berusaha terus maju dalam memperbaiki usahanya. Supaya usahanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, maka wirausaha tersebut harus dapat mengantisipasi perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif dengan melakukan strategi yang tepat agar tidak tersisih dalam persaingan. Selain itu wirausaha juga harus dapat mengantisipasi kecenderungan ekonomi di masa mendatang dan harus dapat bersaing dengan wirausaha lain yang bergerak di bidang yang sama. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan kemajuan usahanya.Peningkatan penduduk yang dibarengi dengan meningkatnya kebutuhan hidup memberikan lapangan pekerjaan atau wirausaha baru. Salah satu contoh usaha memproduksi kerupuk bangka Dengan semakin meningkatnya akan kebutuhan. Lahirnya usaha atau bisnis baru ini juga menimbulkan pro dan kontra. Baik dari sisi menjual bakmi maupun bidang-bidang usaha lainnya dari sisi konsumen akan tetapi usaha ini walaupun dikatakan bisnis baru tetapi telah mempunyai pangsa pasar yang tersendiri. Dengan Latar belakang perekonomian saat ini, saya tertarik untuk mengambil judul usaha industri kecil seperti:usaha bakmi, karena usaha bakmi didaerah yang saya teliti sangat banyak peminatnya dan banyak yang mengunjungi bakmi tersebut. Selain itu bagi saya merupakan tambahan pengetahuan dari dunia praktisi dan sebagai pembelajaran sebelum masuk kedunia bisnis.Makanya saya mengambil judul dan meneliti Usaha Bakmi

B. Pembatasan Masalah

• Tempat : Tangerang Ciledug, Jl. H.mencong,belakang RS. Mutiara bunda

• Jenis: Industri Kecil

• Kegiatan : produksi kerupuk Bangka cenderung dianggap orang sebagai bisnis yang kecil / mempunyai untung yang sedikit dibandingkan dengan bisnis sejenis yang lainya. Tapi sebelum kita mengatakan hal itu untuk kedua kalinya coba kita telusuri tentang memproduksi kerupuk Bangka di daerah tangerang, Jalan H. mencong dan mensuplai ke warung-warung di daerah sekitar tangerang. H.Muklis memulai usahanya di tempat itu pada awalnya hanya memproduksi sekitar 100 bungkus perhari ( 1 bungkus = 10 kerupuk ) Tetapi semakin lama banyak yang memesan,hingga mencpai 500 bungkus perhari.

C. Isi :

Usaha kerupuk Bangka ini dibantu oleh 3 karyawan laki – laki, dan 5 karyawan perempuan. Dengan mengandalkan usaha ini saja mereka dapat mengantongi untuk rata – rata Rp.30.000.000 perbulanya, itu mungkin aja di dapat dengan omset penjualan 500 bungkus perhari dengan harga Rp.4000 perbungkus maka penjualanya dalam satu hari saja mencapai Rp.2.000.000, modal yang diperlukan Rp.750.000 untuk satu hari saja itu juga tidak tentu, karena kata mereka banyak yang di beli perbulan seperti: mesin giling ,arang,dan yang dianggap dapat bertahan sampai satu bulan lamanya , katanya sih untuk menghemat pengeluaran. Dengan demikian banyaknya untung yang di dapat iuntuk satu malam saja Rp.1.250.000, dan bila dikalikan 30 hari kerja maka untung dalam satu bulanya Rp.37.500.000 Tapi itu belum laba bersihnya, karena masih dikurang gaji karyawan yaitu 5.000.000 bulannya Jadi kalau dihitung – hitung laba bersih perbulanya adalah Rp.32.500.000, jadi kita bisa tebak berapa pendapatan H.muklis perbulan tapi itu baru penjualan

. Bahan Kerupuk Bangka Perbungkus

· 1 kg ikan segar (tenggiri/gabus)

· 2 kg Sagu

· Air 750 ml

· Garam 4/5 Ons

· Bumbu penyedap 1/5 ons

. Asem jawa tanpa biji

· 1/5 ons terasi matang

· 1/5 ons gula merah bubuk kasar

· 2 rawit (atau menurut selera) garem sedikit

· Campur Pembuatannya :

semua adonan dijadiin  satu…. ulek.. rasain.. udah cocok dengan selera belum… jadi deh.. Gula merah yang gw pake itu gula merah biasa, cuman setiap beli gula merah selalu gw ancurin baru masuk ke toples, biar kalo mau dipake gampang. Cara pembuatan : · Campur ikan segar yang sudah digiling halus dengan air, garam, dan bumbu penyedap. Aduk sampai rata · Adonan tersebut dicampur dengan sagu lalu di uleni · Timbang adonan per 1 kilogram dan dibuat lenjeran. · Lenjeran yang sudah jadi langsung di rebus selama kurang lebih 1 jam dan langsung dijemur. · Lalu diiris dan dijemur sampai kering. · Setelah kering siap untuk dipangang Tips : · Berbeda dengan pembuatan pempek, adonan sebaiknya diuleni lebih banyak. · Adonan yang sudah direbus dan dijemur, bisa disimpan dikulkas dahulu sebelum di iris.

D. Lampiran dan sumber


Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.